Tampilkan postingan dengan label tempat ibadah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tempat ibadah. Tampilkan semua postingan

Masjid Al-Akbar Surabaya


Merupakan masjid terbesar di Surabaya dengan gaya arsitektur yang unik dan modern, berada di selatan Surabaya wilayah Pagesangan dekat dengan jalan tol Surabaya-Gempol.

Masjid Al-Akbar Surabaya berdiri diatas tanah seluas 11,2 hektar dengan luas bangunan 28.509 meter persegi. Kesan unik dari bangunan ini terletak pada desain kubah masjid yang unik seperti struktur daun dengan kombinasi warna hijau dan biru yang memberikan kesan sejuk dan segar. Memiliki sebuah bangunan utama dan dua bangunan lain yang dapat menembus langsung ke bangunan utama. Dibangun pula sebuah menara dengan dilengkapai lift didalamnya yang dibuka untuk umum. Dari menara ini dapat dinikmati pemandangan kota Surabaya yang sangat indah terutama dimalam hari karena banyaknya lampu kota dari gedung-gedung yang ada di Surabaya. Masjid ini di resmikan pada tanggal 10 Nopember 2000 oleh Presiden RI yang saat itu di jabat oleh Bapak Abdul Rachman Wachid.

Disekitar masjid ramai sekali dikunjungi oleh warga Surabaya dan para pendatang khususnya di hari-hari libur baik munggu atau libur nasional. Banyak warga yang melakukan kegiatan olah raga disekitar lingkungan masjid Al Akbar ini.

Di seputar Masjid Al Akbar juga ada pasar subuh yang menjual aneka kebutuhan pokok, makanan, minuman, alat-alat rumah tangga, mainan anak-anak, kelontong, baju dan lain-lainnya.

Masjid Sunan Ampel


Masjid Sunan Ampel didirikan oleh Raden Achmad Rachmatullah pada tahun 1421, di dalam wilayah kerajaan Majapahit. Masjid ini dibangun dengan arsitektur Jawa kuno, dengan nuansa Arab yang kental. Raden Achmad Rachmatullah yang lebih dikenal dengan Sunan Ampel wafat pada tahun 1481. Makamnya terletak di sebelah barat masjid. Hingga tahun 1905, Masjid Ampel adalah masjid terbesar kedua di Surabaya.

Di sekeliling masjid terdapat lima gapuro (pintu gerbang) yang merupakan simbol dari Rukun Islam. Dari arah selatan, tepatnya di Jalan Sasak terdapat pintu gerbang pertama yang bernama Gapuro Munggah. Gapura Munggah adalah simbol dari Rukun Islam yang kelima, yaitu Haji. Suasana Pasar Seng di sekitar Masjidil Haram dapat dijumpai di sekitar gapura ini, dengan adanya para pedagang yang menjual barang-barang seperti di Pasar Seng. 

Setelah melewati Gapuro Munggah, pengunjung akan melewati Gapuro Poso (Puasa) yang terletak di sebelah selatan masjid. Gapuro Poso memberikan suasana pada bulan Ramadhan. Setelah melewati Gapuro Poso, kita akan masuk ke halaman masjid. Dari halaman ini tampak bangunan masjid yang megah dengan menara yang menjulang tinggi. Menara ini masih asli, sebagaimana dibangun oleh Sunan Ampel pada abad ke 14.

Gapuro berikutnya adalah Gapuro Ngamal (Beramal). Gapura ini menyimbolkan Rukun Islam yang ketiga, yaitu zakat. Disini orang dapat bersodaqoh, dimana hasil sodaqoh yang diperoleh dipergunakan untuk perawatan dan biaya kebersihan masjid dan makam. Gapura berikutnya adalah Gapuro Madep yang letaknya persis di sebelah barat bangunan induk masjid. Gapura ini menyimbolkan Rukun Islam yang kedua, yaitu sholat dengan mengadap (madep) ke arah kiblat.

Gapura yang ke lima adalah Gapuro Paneksen, merupakan simbol dari Rukun Islam yang pertama yaitu Syahadat. Paneksen berarti ‘kesaksian‘, yaitu bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Gapuro Paneksen merupakan pintu gerbang masuk ke makam.

Masjid dan makam Sunan Ampel merupakan bangunan tua bersejarah yang masih terpelihara dengan baik. Struktur bangunan dengan tiang-tiang penyangga berukuran besar dan tinggi yang terbuat dari kayu, juga arsitektur langit-langit yang kokoh memperlihatkan kekuatan bangunan ini melintasi zaman. Masjid ini menjadi tujuan wisata dan ziarah yang tak pernah sepi dari pengunjung.

Masjid Ampel terletak di Jalan KH Mas Mansyur, Surabaya Utara. Lokasi ini sangat mudah dicapai, karena dilewati oleh berbagai moda angkutan.

Di sekitar masjid terdapat sangat banyak toko-toko dan kios yang menjual berbagai aneka barang yang biasa dijumpai di sekitar Masjidil Haram, Makkah. Banyak orang membeli oleh-oleh Haji di tempat ini, karena selain tidak repot membawanya, harganya juga bisa lebih murah.

Masjid Cheng Hoo Surabaya


Masjid Muhammad Cheng Hoo yang berada di Surabaya mulai dibangun pada tanggal 15 Oktober 2001. Masjid ini selesai dibangun pada 13 Oktober 2002, kemudian pada tanggal 28 Mei 2003 bertepatan dengan ulang tahun Pembina Iman Tauhid Islam atau Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Masjid Muhammad Cheng Hoo diresmikan oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. Said Agil Husain Al Munawar, MA.

Masjid ini berukuran 21x11 meter, dengan bangunan utama berukuran 11x9 meter. Pada sisi kiri dan kanan bangunan utama terdapat bangunan pendukung dengan lantai yang lebih rendah dari bangunan utama. Setiap bagian bangunan Cheng Hoo memiliki arti tersendiri. Panjang bangunan utama 11 meter meneladani ukuran sisi Ka’bah ketika pertama kali dibangun olehNabi Ibrahim AS. Adapun lebar bangunan 9 meter diambil dari keberadaan Walisongo yang melaksanakan syiar Islam di Jawa. Arsitektur yang menyerupai kelenteng adalah gagasan untuk menunjukkan identitas muslim Tionghoa di Indonesia dan untuk mengenang leluhur warga Tionghoa yang mayoritas beragama Budha. Pada bagian atas atap bangunan utama berbentuk segi delapan (pat kwa) yang dalam bahasa Tionghoa berarti jaya dan keberuntungan.

Cheng Hoo adalah utusan raja dinasti Ming yang menjalani kunjungan ke Asia sebagai Utusan/Duta Perdamaian. Sebagai seorang bahariwan dan Laksamana, Cheng Hoo berhasil mengelilingi dunia selama 7 kali beturut-turut dan menjalin hubungan perdagangan dengan negara-negara yang dikunjunginya, termasuk dengan Kerajaan Majapahit di Jawa. Di Indonesia, Cheng Hoo juga sempat singgah di Tuban, Semarang, Cirebon, Palembang, dan Medan.

Masjid Muhammad Cheng Hoo adalah masjid pertama di Indonesia yang mempergunakan nama muslim Tionghoa, dengan bangunan yang bernuansa etnik dan berarsitektur khas Tiongkok yang didominasi warna hijau, merah, dan kuning.

Di kompleks masjid terdapat berbagai fasilitas seperti Taman Kanak-Kanak, kantor PITI, lapangan olah raga, tempat kursus bahasa Mandarin, dan kantin.